Menentukan Langkah

Slide1

                                                       Ilustrasi perjalanan hidup

Hari ini saya terpikirkan akan sebuah langkah hidup, langkah hidup yang semestinya setiap orang sudah mengetahui kemana  mereka membawa kakinya. Dalam tulisan ini, saya ilustrasikan dengan sebuah gambar. Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing di dunia ini. Itu tidak dibuat sendiri melainkan “hanya” perlu kita cari dan jalankan. Kadang kala kita tujuan kita bias, kita buatlah tujuan hidup itu dengan “bumbu-bumbu” lain dan melupakan inti pokoknya yaitu manusia itu sendiri. Saya ibaratkan begini apabila mau membuat rendang, maka kita perlu daging dengan berbagai macam bumbu, bumbu itu kita perlukan kan? Ya sangat kita perlukan. Tapi, coba bayangkan kalau bumbunya bisa berkali lipat banyaknya dibandingkan dagingnya, lalu dagingnya dimasak dengan suhu yang tinggi, bisa dibayangkan apa jadinya ? Mungkinkah jadi rendang yang lezat ? atau malah jadi kaya abon haha (aduh ga jago masak, kira-kira jadi apa ya? Haha). Balik lagi ke bahasan awal dan tolong lupakan sejenak rendangnya, misal langkah awal dalam menapaki hidup kita di dunia disimbolkan dengan huruf A, dan Allah SWT menciptakan kita dengan tujuan untuk menjadi B. Kadangkala bahkan sering kali, manusia mengcreate tujuan hidupnya sendiri dan anggap saja titik C, jadi kita di sini punya garis A-B dan A-C, garis A-B dan A-C tidak berupa garis lurus tentunya pada kehidupan nyata. Seberapapun kecepatan kita dalam melangkah di garis A-C maka tetap saja itu bukan tujuan hidup kita yang sebenarnya dan bisakah diperkirakan apa yang terjadi? Mungkinkah hidup bahagia? Atau itu hanya sekedar ambisi orang lain? Atau ambisi diri sendiri yang belum kenal akan dirinya? Sedangkan selambat apapun kaki melangkah sepanjang garis A-B, maka bisa dipastikan tujuan hidupnya sudah jelas. Bisakah dibayangkan apa yang terjadi? Apa yang dirasakan orang yang menjalankan hidupnya sepanjang garis A-B. Sekarang coba bandingkan perasaan/keadaan ketika seseorang melangkah di garis A-B dan A-C.

Jika kaki kita langkahkan sepanjang garis A-C maka dalam prosesnya kita akan ada di beberapa titik, dalam ilustrasi ini bisa disebut garis D dan E. Apabila kita sudah berada di titik D maka untuk kembali ke track sesuai tujuan kita yang sebenarnya berjarak D-F dengan energi tertentu. Apabila pada sampai titik D kita belum sadar juga akan maksud penciptaan kita, maka langkah dilanjutkan sepanjang garis A-C hingga berada di titik E dan terdasar akan langkah hidup yang semestinya dijalani seperti apa, E-G adalah jarak untuk kembali ke garis A-B dengan energi tertentu. Tentunya garis D-F dan E-G bukan merupakan garis lurus dalam kehidupan nyata. Bisa dilihat perbedaan jarak D-F dan E-G dan tentunya mempengaruhi energi yang dibutuhkan untuk melakukan perpindahan dari titik D ke titik F dan dari titik E ke titik G. Maka apa yang sebaiknya kita lakukan? Jawabannya ada diri masing-masing. Apabila track hidup kita sudah tepat maka lanjutkan dan jalanilah hidup. Apabila dirasa kurang tepat maka kapankah dan maukah mengeluarkan energi dan waktu untuk menuju tujuan hidup yang sebenarnya.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s