Waspada itu Penting

Entah sudah berapa orang yang mungkin berkata kepadaku bahwa aku harus bisa menghargai diriku sendiri. Mungkin mereka benar akan kurangnya penghargaanku terhadap diriku sendiri. Namun, satu hal yang aku ketahui aku orang yang sangat mendahulukan kepentingan orang lain (bukan bermaksud memuji) di atas kepentingan diriku sendiri hingga kadang lupa bahwa diri ini perlu juga diperhatikan oleh pemiliknya. Membandingkan hasil karyaku yang tidak seberapa dengan milik orang lain, menganggap remeh diri sendiri, dan judgement-judgement lainnya terhadap diri sendiri.

Aku ingin mengisi semua pikiranku dengan hal-hal positif  karena aku menginginkan kebahagiaan. Kalau bukan kita yang menciptakan kebahagiaan itu sendiri, maka siapa lagi? Tak jarang orang mengatakan bahwa aku terlalu naif dan seolah-olah mau saja melakukan apapun atas tindakan atau niatan orang yang tidak baik kepadaku. Tapi, yasudahlah yang penting kita niatkan untuk membantu maka tak ada salahnya.

Sampai pada akhirnya aku merasa lelah dengan semua hal yang telah aku lakukan. Bukan! aku bukan menyesal dengan apa yang telah aku perbuat, mungkin sepertinya aku salah strategi dalam menempatkan diri ini di depan orang-orang. Tak jarang beberapa orang mengingatkanku untuk selalu berhati-hati/waspada dengan orang di sekeliling. Bukan suudzon tapi waspada itu penting sekali.

Ketika pertemanan sudah melibatkan banyak emosi (timbul rasa sayang), tak jarang apabila hal-hal di luar ekspektasi yang begitu tinggi telah terpasang terjadi maka  akan membuat diri ini terpukul atas kejadian tersebut. Memang semua orang itu tidak sempurna, pasti memiliki kekurangan dan kita harus mengambil sisi positifnya. Tapi, di sini aku bukan lagi membicarakan hal tersebut, maksudku di sini adalah sebuah hal yang berbeda dari yang kita ekspektasikan. Misal, kita sangat menganggap seseorang itu dekat dengan kita, tak jarang kita akan menganggapnya keluarga sendiri, sudah seperti orang tua, kakak, adik atau apalah. Namun, sepertinya melihat dari tingkahnya tidak secuil pun hal tersebut berbalik, bahkan kau seperti orang lain di matanya. Lama-lama rasa sayangmu pun akan luntur terhadap orang ini dan kau harus lebih waspada tentunya terhadap orang lain dan orang ini khususnya. Bukan mengharapkan timbal balik atau pamrih istilahnya, namun sudah seperti inilah layaknya sebuah pertemanan, “saling” merasa seperti saudara, bukan hanya sepihak saja.

Di umur yang akan menginjak usia 24 sebentar lagi, maka tidak boleh aku terlalu naif, namun tidak juga dihinggapi dengan penuh rasa curiga seperti dikejar-kejar hantu. Intinya mampu menempatkan sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan dan jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi.

Semoga hari-harimu dan hari-hariku selalu dikelilingi oleh orang-orang baik yaaa… yang selalu tulus menyayangi dan menemani kita di setiap kondisi apapun.

-Jangan Lupa Bersyukur-

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Waspada itu Penting”

  1. Salam kenal,
    Bagus artikelnya mba saya senang membacanya. Betul sekali mba waspada itu penting sekali, kalau perlu setiap saat kita perlu waspada yah, terutama terhadap hal-hal negatif yang datang dari luar juga dari dalam diri kita sendiri. agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s